Fenomena desensitisasi terhadap kekerasan membuat remaja cenderung lebih toleran terhadap tindakan agresif. Mereka dapat menganggap kekerasan sebagai solusi untuk menyelesaikan masalah karena terbiasa melihatnya dalam media. Selain itu, konten digital sering kali tidak memberikan edukasi moral atau konsekuensi nyata dari tindakan kekerasan, sehingga remaja sulit membedakan mana perilaku positif dan negatif.
Dampaknya terlihat pada meningkatnya perilaku seperti perundungan (bullying), tawuran, hingga sikap agresif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam mengawasi apa yang ditonton remaja, memberikan pengarahan yang tepat, serta membangun kesadaran kritis mengenai bahaya mengonsumsi konten kekerasan secara berlebihan.

Comments
Post a Comment